Tips Ramadhan saat pandemi ini sangat penting untuk diketahui. Meski sedang berpuasa, kita harus bisa menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan bugar. Di samping itu, kita harus tetap beraktivitas namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Lalu, apa saja yang perlu kita lakukan agar puasa kita lancar saat pandemi? Simak tipsnya berikut ini!

Tips Ramadhan Saat Pandemi
Bukan hal yang mudah memang, melakukan ibadah puasa di saat pandemi masih berlangsung. Sebab, selain harus menahan haus dan lapar, kita juga harus menerapkan protokol kesehatan sekaligus menjaga sistem imun agar tidak tertular virus. Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan agar bisa lancar berpuasa saat pandemi.

Menjaga Pola Tidur
Tidur yang cukup merupakan hal yang sangat penting agar puasa kita lancar di tengah pandemi. Karena jika waktu tidur kita berkurang, maka sistem imun kita juga akan ikut lemah sehingga rentan terserang penyakit. Selain itu, orang yang tidak cukup tidur atau tidak bisa tidur nyenyak cenderung jatuh sakit setelah terserang virus, seperti virus pilek dan flu.

Kurang tidur juga bisa mempengaruhi kecepatan proses pemulihan tubuh dari sakit. Oleh karenanya, kamu perlu memastikan untuk tidur yang cukup setiap hari. Tidur yang direkomendasikan untuk orang dewasa yaitu selama 7 – 9 jam setiap malam. Namun, selama berpuasa kamu bisa menyicilnya dengan tidur malam lebih awal dan tidur siang secukupnya.

Makan Makanan Bergizi Seimbang
Kebanyakan orang cenderung tidak memperhatikan pola makanan di bulan puasa. Saat sahur dan berbuka, kita biasanya akan menyantap berbagai makanan asalkan bisa kenyang. Padahal, sistem imun tubuh kita bisa terpengaruh oleh makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah makanan bergizi tinggi sebagai menu sahur maupun saat berbuka.

Kita perlu mengonsumsi buah dan sayur yang kaya dengan vitamin dan antioksidan. Hindari makanan berlemak trans. Sebagai gantinya, makanlah makanan yang mengandung lemak baik, seperti kacang-kacangan, ikan laut, serta buah alpukat. Sehingga sistem imun tubuh kita bisa meningkat serta dapat melawan virus dan bakteri.

Berolahraga Ringan
Salah satu cara meningkatkan sistem imun tubuh yaitu dengan cara berolahraga secara teratur. Sehingga tubuh kita dapat melawan virus dan bakteri meskipun sedang berpuasa. Dengan berolahraga, tubuh kita juga bisa menjadi lebih bugar dan sehat. Namun, pilihlah olahraga ringan agar tidak menguras banyak energi.

Hindari berolahraga di siang hari ketika sedang berpuasa karena perut dalam keadaan kosong. Hal ini bertujuan agar kamu tidak kehabisan tenaga untuk melakukan aktivitas lain di siang hari. Carilah waktu yang lebih nyaman, misalnya satu jam sebelum berbuka puasa atau beberapa jam setelah berbuka puasa.

Jangan Stres

Tips selanjutnya yaitu usahakan untuk menghindari stres saat menjalani ibadah puasa. Stres merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan imun tubuh kita menurun. Saat stres, kita akan lebih rentan terkena infeksi karena berkurangnya kemampuan sistem kekebalan untuk melawan penyakit.

Kinerja sistem kekebalan tubuh kita akan terhambat jika hormon stres kortikosteorid meningkat. Salah satunya ditandai dengan menurunnya jumlah sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan pathogen penyebab penyakit. Sehingga kita harus bisa menghindari dan mengelola stres. Caranya bisa dengan beribadah secara rutin, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang kamu sukai.

Teratur Minum Air Putih
Kita memang dianjurkan untuk membatalkan puasa dengan yang manis. Hal ini bertujuan agar energi dalam tubuh yang hilang dapat terisi ulang dengan gula. Meski begitu, kita tidak boleh meninggalkan asupan air putih. Maka usahakanlah mendahulukan minum air putih saat berbuka puasa.

Pada dasarnya air putih sangat penting bagi tubuh kita. Apalagi setelah seharian berpuasa, tentunya cairan tubuh kita banyak berkurang. Dengan minum air putih yang cukup, tubuh akan terhidrasi kembali sehingga sistem imun kita tetap terjaga. Konsumsi air putih yang disarankan saat berpuasa yaitu:
• 2 gelas air putih diminum saat sahur
• 4 gelas air putih diminum saat berbuka puasa
• 2 gelas air putih diminum sebelum tidur.

Membatasi Konsumsi Gula
Makanan atau minuman manis memang sangat nikmat dikonsumsi saat berbuka puasa. Meski begitu, kamu harus bisa membatasi atau menguranginya agar tidak mengalami berat badan atau bahkan obesitas. Obesitas akan membuat kita lebih rentan terserang penyakit.

Berlebihan mengonsumsi gula juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Berbagai penyakit ini bisa mengakibatkan sistem imun tubuh menjadi lebih lemah. Oleh karena itu, kamu harus membatasi asupan gula di bulan puasa ini agar tubuh lebih bugar dan tetap sehat.

Mengonsumsi Vitamin atau Suplemen
Kita harus bisa menjaga kekebalan tubuh agar tetap kuat saat menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi. Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi suplemen, baik saat sahur maupun berbuka puasa. Jenis suplemen yang bisa membantu menguatkan sistem imun antara lain vitamin C, D, dan zinc. Namun, kamu juga bisa bertanya kepada dokter terlebih dahulu tentang penggunaan suplemen selama puasa Ramadhan.

Menerapkan Protokol Kesehatan
Jika diperhatikan, masa pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Maka dari itu, kita harus tetap waspada dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang tepat agar tidak terdampak virus corona, diantaranya yaitu:
• Rajin mencuci tangan sampai bersih memakai air mengalir dan sabun selama 20 detik kemudian bilas. Kamu bisa memakai hand sanitizer atau tisu basah beralkohol jika tidak ada air bersih.
• Jika batuk atau bersin, tutuplah hidung dan mulut menggunakan tisu lalu buanglah langsung ke tempat sampah. Atau, tutup area hidung dan mulut memakai lengan baju (bagian dalam) untuk mencegah virus berpindah ke orang lain.
• Usahakan tidak menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata untuk mencegah virus dan bakteri yang ada di tangan berpindah ke area wajah.
• Selalu memakai masker saat keluar rumah.
• Senantiasa menjaga jarak aman (minimal 1 meter) dengan orang lain saat berada di luar rumah.
• Menghindari kerumunan.

Panduan Ramadhan 2021 Berdasarkan Kementerian Agama
Panduan ibadah Ramadhan berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
• Umat Islam wajib berpuasa kecuali bagi yang sakit atau alasan syar’i.
• Dianjurkan untuk sahur dan berbuka puasa di rumah bersama keluarga inti.
• Kegiatan buka bersama boleh dilakukan namun pesertanya dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat.
• Kegiatan sholat fardhu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus, dan iktikaf dibatasi pesertanya 50 persen dari kapasitas masjid/mushola.
• Kegiatan pengajian/ceramah/tausiyah/kultum dan kuliah subuh maksimal 15 menit.
• Pengelola dan pengurus masjid/mushola harus menunjuk petugas untuk mengawasi protokol kesehatan.
• Kegiatan peringatan Nuzulul Quran dibatasi pesertanya 50 persen dari kapasitas tempat serta wajib menerapkan protokol kesehatan.
• Vaksinasi Covid-19 boleh dilakukan selama bulan Ramadhan (tidak membatalkan puasa).
• Pengumpulan dan penyaluran ZIS serta zakat fitrah harus memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari keumuman.

Demikian mengenai tips Ramadhan saat pandemi yang bisa kamu terapkan.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *